Pentingnya Perencanaan Karir dalam kesiapan kerja mahasiswa

""

Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dengan memiliki pengetahuan yang luas, keterampilan yang tinggi, akhlak yang mulia, dan siap memasuki dunia kerja. Mahasiswa ketika berada pada masa perkuliahan dibekali dengan berbagai teori dan keterampilan sesuai dengan bidang keilmuannya, pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat diperoleh mahasiswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa selama di bangku kuliah merupakan bekal untuk menjalani hidup pada masa mendatang.

Prayitno (2007) menjelaskan bahwa mahasiswa yang sukses dapat dilihat dari tiga sisi, yaitu sukses akademik, sukses dalam hubungan sosial kemasyarakatan, dan sukses dalam persiapan karier. Artinya mahasiswa yang dikatakan sukses ialah mahasiswa yang mampu memenuhi kriteria tersebut. IPK yang tinggi, relasi yang luas, dan perencanaan karier yang matang akan memudahkan mahasiswa dalam mencapai kesuksesan karier pada masa mendatang.

Sebagai individu yang sedang memasuki fase dewasa awal, mahasiswa berada pada fase usia yang tidak hanya dituntut untuk sekedar lebih meningkatkan kualitas pengetahuannya, namun juga keterampilan dan kualitas pribadi sebagai bekal untuk hidup secara mandiri. Pencapaian pendidikan pada jenjang ini, diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas sehingga mahasiswa memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja.

Banyak faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja mahasiswa. Menurut Hillage & Pollard (dalam Mashigo, 2014) ada beberapa elemen yang mempengaruhi kesiapan kerja, di antaranya adalah keterampilan dalam manajemen/perencanaan karier, pengalaman kerja, keterampilan dalam memperoleh pekerjaan, dan dukungan keluarga. Selanjutnya Bezuidenhout & Coetzee (dalam Mashigo, 2014) menjelaskan bahwa terdapat delapan aspek penting yang mempengaruhi kesiapan kerja. Aspek-aspek tersebut adalah career self-management, cultural competence, self-efficacy, career resilience, sociability, entrepreneurial orientation, proactivity and emotional literacy.

Berdasarkan pendapat di atas, salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja adalah perencanaan karier yang merupakan faktor internal. Perencanaan karier merupakan serangkaian tindakan atau aktivitas yang dilakukan individu berkenaan dengan pencapaian tujuan karier sesuai dengan kecenderungan arah karier atau pekerjaan yang akan ditekuninya, yang meliputi aspek pemahaman diri, eksplorasi, membuat keputusan, dan persiapan diri memsauki dunia kerja yang sesungguhnya.

Menurut Yusuf (2002) “Sukses pribadi dan karier adalah produk individu yang bersangkutan selama kehidupan. Karier bukan anugerah orang lain, karier seseorang tercipta dan diciptakan yang bersangkutan melalui dan selama kehidupannya”. Berdasarkan pendapat tersebut, mencapai sukses dalam karier bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan, akan tetapi harus melalui perencanaan yang baik sebelum individu memasuki dunia kerja atau menjalani karier yang dipilihnya.

Mahasiswa yang memiliki perencanaan karier, akan berusaha untuk memahami potensi dirinya, memahami lingkungannya dan kemungkinan karier yang sesuai dengan dirinya, selanjutnya mempersiapkan karier yang akan dijalani nantinya. Dengan perencanaan yang baik, maka secara tidak langsung mahasiswa mempersiapakan diri untuk memasuki dunia kerja atau menjalani kariernya, dan persiapan tersebut akan membuat mahasiswa memiliki kesiapan dalam memaski dunia kerja setelah tamat dari masa perkuliahan.

Dunia kerja berbeda dengan dunia akademis, pada dunia kerja akan banyak tantangan yang akan dihadapi, persaingan semakin keras, tekanan dari atasan besar, tanggung jawab yang diemban juga besar. Adanya keyakinan yang kuat pada kemampuan diri sendiri, maka individu akan berpikir positif dan akan berusaha untuk mengatasi segala hal yang dihadapi dalam dunia kerja.

<DEN>

Sumber:

Abdul Latif, A.Muri Yusuf, Z Mawardi Effendi. Hubungan Perencanaan Karir dan Efikasi Diri dengan Kesiapan Kerja Mahasiswa. ejournal.unp.ac.id Konselor Vol. 6 Number 1. 2017 Pp.29-38

Anoraga, P. (2004). Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.

Anoraga, Panji. (2009). Manajemen Bisnis. Semarang: PT. Rineka Cipta.

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: Toward a unifying theory of behavior change. Psychological Review.

Brady, R. P. (2010). “Work Readiness Inventory Administrastartor’s Guide”. (Online) (http://www. jist. Com/ shop/ web/ workreadiness inventory administrator guide.pdf, diakses 10 Maret 2015).

Caballero, C. L., Walker, A., & Tyszkiewich, M. F. (2011). “The Work Readiness Scale: Developing a measure to asses work readiness in college graduates. Journal of Teaching and Learning Graduate Employability. 2(2):41-54.

Dacre Pool, L., & Sewell, P. (2007). The key to employability: developing a practical model of graduate employability. Education+ Training, 49(4), 277-289.

Daharnis, D., & Ardi, Z. (2016). The Compatibility Student Choice of University Majoring; A Preliminary Studies. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 6(1), 101-109.

Dirwanto. (2008). “Analisis Faktor-faktro yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Pada Siswa SMK Ma’arif NU Kesesi Pekalongan Tahun Pelajaran 2007/2008”. Tesis tidak diterbitkan. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.

Gumiwang, R. (2014). “BPS: Sarjana Menganggur Kian Banyak”. (Online), (http. Kabar24.com BPS Sarjana Menganggur Kian Banyak Kabar24 - Bisnis.com.html, diakses 25 Februari 2015).

Gundana, R. (2013). “Muhaimain Iskandar: 600.000 Sarjana di Indonesia Jadi Pengangguran”. (Online), (http://www. tribunnews.com/ nasional 2013/11/03 muhaimin- iskandar-600- ribu- sarjana- di-indonesia-jadi pengangguran, diakses 25 Februari 2015)

Hurlock, E. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Terjemahan oleh Istiwidiyanti. Jakarta: Erlangga.

Issacson, L. E. (1986). Career Information in Counseling and Career Development. Boston: Allyn & Bacon, Inc.

Jungert, T & Rosander, M. (2010). “Self-Efficacy and Strategies to Influence the Study Environment”. Journal Teaching in Higher Education. 15:647-659.

Mashigo, A. C. L. (2014). “Factor Influencing Work Readiness of Graduate: An exploratory study”. Tesis tidak diterbitkan. Cape Town: Stellenbosch University.

Prayitno. (2007). Pengembangan Potensi Mahasiswa. Padang: UNP Press.

Rico. (2014). “Lulusan UIN Harus Mampu Bersaing di Dunia Kerja”. (Online), (http://www. gagasan-online.com/2014/03/ lulusan- uin- harus- mampu-bersaing-di.html, diakses 20 Februari 2015).

Syafiq, A., & Fikawati, S. (2007, February). Kompetensi yang Dibutuhkan Dalam Dunia Kerja (Berdasarkan Tracer Studies FKMUI). Disampaikan pada Seminar Terbuka Ruang Sidang Doktor Gedung G FKMUI.

Utami, Y. G. D., & Hudaniah. (2013). “Self-Efficacy dengan Kesiapan Kerja Siswa Sekolah Menengah Kejuruan”. Jurnal Psikologi Terapan Universitas Negeri Malang. 01 (01):39-51.

Widjaja, H.A.W. (1987). Ilmu Komunikasi Pengantar Studi. Jakarta: Rineka Cipta.

Winkel, W. S. (2004). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Winkel, W. S., & Hartati, S.(2007). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Gramedia.

Yusuf, A. M. (2002). Kiat Sukses dalam Karier. Bogor: Ghalia Indonesia.


Editor : Admin CDC
01 March 2018 08:40:12

ABOUT US
VIDEO
GALLERY
FAQ
CONTACT US