Pengembangan Soft Skills Mahasiswa

""

Visi Telkom University adalah menjadi perguruan tinggi berkelas dunia (A World Class University)  yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasi.. Untuk mewujudkan visi ini maka diperlukan pengembangan hard skills dan soft skills secara terencana, sinergis, sistematis, dan berkesinambungan. Hard skills adalah keterampilan yang bersifat teknis, visible, dan immediate, sedangkan soft skills adalah keterampilan yang bersifat non teknis, invisible, dan unimmediate.

Menurut hasil-hasil penelusuran dan kajian (Illah Sailah, 2008) ada perbedaan kebutuhan dan pengembangannya serta sudut pandang terhadap hard skills dan soft skills antara dunia kerja/usaha dan perguruan tinggi pada saat ini sebagai berikut :

  1. Rasio kebutuhan soft skills dan hard skills di dunia kerja/usaha berbanding terbalik dengan pengembangannya di perguruan tinggi. Kesuksesan di dunia kerja/usaha80% ditentukan oleh mind set (soft skills) yang dimilikinya dan 20% ditentukan oleh technical skills (hard skills). Namun dalam praktek sistem pendidikan kita saat ini khususnya di perguruan tinggi, porsi pengembangan soft skills hanya diberikan rata-rata 10% saja dalam kurikulumnya, sementara itu 90% nya berisi hard skills.
  2. Pandangan perguruan tinggi terhadap lulusan yang “high competence” adalah lulusan dengan IPK tinggi dan lulus dalam waktu yang cepat (<4 tahun). Sedangkan dunia industri menyatakan bahwa yang dimaksud dengan lulusan yang “high competence” yaitu mereka yang memiliki kemampuan dalam aspek teknis dan sikap yang baik. Suatu program studi dinyatakan baik oleh perguruan tinggi, jika lulusannya memiliki waktu tunggu yang singkat untuk mendapatkan pekerjaan pertama, namun industri mengatakan bukan itu, melainkan seberapa tangguh seorang lulusan untuk memiliki komitmen atas perjanjian yang telah dibuatnya pada pekerjaan pertama.

Di sisi lain banyak kenyataan yang kita jumpai di dalam masyarakat pada saat ini, seorang sarjana yang mempunyai ketrampilan teknis yang tinggi namun hanya menjadi pengangguran, sementara itu orang yang berpendidikan rendah malahan dapat mencapai sukses dalam hidupnya. Kenyataan ini sesuai dengan  hasil  penelitian terhadap 50 orang tersukses di Amerika (Illah sailah, 2008) yang menunjukkan bahwa yang paling menentukan kesuksesan mereka bukanlah keterampilan teknis (hard skills), melainkan kualitas diri yang termasuk dalam katagori keterampilan lunak (softskills).

Sehubungan adanya perbedaan fakta di lapangan dan sudut pandang antara dunia kerja/usaha dan perguruan tinggi dewasa ini seperti tersebut di muka, maka perlu dibangun mind set yang sama dalam pengembangan hard skills dan soft skills tersebut, minimal dalam internal perguruan tinggi.

Pengembangan soft skills dapat dilakukan melalui kegiatan kurikuler (akademik) maupun kegiatan ekstrakurikuler (kemahasiswaan). Seperti diuraikan di muka, pengembangan softskills melalui kegiatan kurikuler di perguruan tinggi rata-rata hanya berkisar sekitar 10%. Oleh karena itu perlu dukungan pengembangan softskills melalui kegiatan ekstrakurikuler (kegiatan kemahasiswaan).

Menurut Berthal (Illah Sailah, 2008) soft skills adalah ”Personal and interpersonal behaviors that develop and maximize human performance (e.g. coaching, team building, initiative, decision making etc.). Soft skills does not include technical skills such as financial, computing and assembly skills “.  Sedangkan Peggy dalam bukunya yang berjudul The Hard Truth about Soft Skills yang terbit tahun 2007, menyatakan bahwa “soft skills encompass personal, social, communication, and self management behaviours, they cover a wide spectrum: self awareness, trustworthiness, conscientiousness, adaptability, critical thinking, organizational awareness, attitude, innitiative, emphathy, confidence, integrity, self-control, leadership, problem solving, risk taking and time management”.

Aribowo (Illah Sailah, 2008) membagi soft skills menjadi dua bagian, yaitu intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam ”mengatur” diri sendiri. Intrapersonal skills sebaiknya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang mulai berhubungan dengan orang lain. Adapun Interpersonal skills adalah keterampilan seseorang yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain. Dua jenis keterampilan tersebut dirinci sebagai berikut:

  1. Intrapersonal Skill
    • Transforming Character
    • Transforming Beliefs
    • Change management
    • Stress management
    • Time management
    • Creative thinking processes
    • Goal setting & life purpose
    • Accelerated learning techniques
  2. Interpersonal Skill
    • Communication skills
    • Relationship building
    • Motivation skills
    • Leadership skills
    • Self-marketing skills
    • Negotiation skills
    • Presentation skills
    • Public speaking skills

<DEN>

 

Sumber:

Illah Sailah.2008. Pengembangan Soft Skills Di Perguruan Tinggi. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Prijosaksono, A. M. Marlan. 2005. The Power of Transformation. Jakarta : Penerbit Elex Media Komputindo.


Editor : Admin CDC
01 March 2018 16:13:27

ABOUT US
VIDEO
GALLERY
FAQ
CONTACT US